Oleh karena itu, seorang
pendidik hendaknya mengetahui kehidupan anak (secara psikologik) selama masa
perkembangannya berlangsung. Meskipun tiap-tiap anak itu mempunyai kepribadian
yang khas (unik) tetapi setiap anak pada masa tertentu akan menunjukkan
sifat-sifat yang seperti atau sama dengan anak yang lain, tanpa pengecualian.
Bertitik tolak dari
uraian di atas, mendorong penulis untuk menyusun makalah ini dengan judul
“Perkembangan Anak Usia SD/MI”.
Masa usia sekolah dasar sering disebut sebagai masa
intelektual atau masa keserasian bersekolah. Pada masa ini, siswa lebih mudah
dididik daripada masa sebelumnya dan sesudahnya. Masa ini dapat dibagi menjadi
dua dengan beberapa karakternya, yaitu :
- Masa Kelas-kelas Rendah Sekolah Dasar (6 sampai 10 tahun)
Beberapa
karakter siswa pada masa ini antara lain :
1.
Adanya korelatif positif yang
tinggi antara keadaan kesehatan pertum-buhan jasmani dengan prestasi sekolah.
2.
Ada kecenderungan memuji diri
sendiri.
3.
Suka membanding-bandingkan dirinya
dengan anak lain.
4.
Kalau tidak bisa menyelesaikan
suatu soal, maka soal itu dianggapnya tidak penting.
5.
Adanya sikap mematuhi peraturan
permainan tradisional.
6.
Menghendaki nilai rapot yang baik
tanpa memperhatikan apakah prestasi-nya memang pantas diberi nilai baik atau
tidak.
- Masa Kelas Tinggi Sekolah Dasar (10 sampai 13 tahun)
Adapun
beberapa karakter siswa pada masa ini antara lain :
1.
Adanya minat terhadap kehidupan
praktis sehari-hari yang konkrit.
2.
Amat realistik, ingin tahu dan
ingin belajar.
3.
Menjelang akhir masa ini telah ada
minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus atau mulai menonjolkan
faktor-faktor tertentu.
4.
Mulai membutuhkan guru atau orang
dewasa lain untuk menyelesaikan tugas dan keinginannya, setelah beberapa saat
sudah dapat menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha
menyelesaikannya sendiri.
5.
Pada masa ini siswa memandang
nilai rapot sebagai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya) mengenai prestasi sekolah.
6.
Tidak terikat pada peraturan
permainan yang tradisional, tetapi membuat peraturan sendiri.
7.
Gemar membentuk kelompok sebaya,
biasanya untuk bermain bersama-sama
Masa usia sekolah dasar ini diakhiri dengan masa
peural. Masa ini mempunyai karakteristik tersesuai dan banyak menarik perhatian
para pendidik. Karakteristik yang menonjol yaitu terdapat sifat yang ekstavers,
berkuasa, sering kompetisi, idealis, dari segi lainnya akan bisa menerima
otoritas orang tua dan guru dengan wajar.
Perkembangan
Intelektual
1.
Perkembangan Intelektual menurut
Jean Piaget
Anak berkembang dengan
lingkungannya melalui “skema” yang dipunyai, dengan cara mengadakan asimilasi
dan akomodasi. Melalui asimilasi dan akomodasi pengalaman baru diperoleh
melalui beberapa tahapan, yaitu :
1)
Tahap Sensorimotor
Tahap sensorimotor berlangsung secara tidak mulus sejak dari kelahiran
bayi hingga berusia dua tahun. Tahap ini dimulai sejak bayi lahir dan memiliki
sedikit skema yang hanya memungkinkan bagi bayi untuk menggenggam, mengisap,
dan melihat.
Tahap
sensorimotor diakhiri dengan tanda anak dapat menghasilkan kata-kata dan dapat
menggunakannya untuk menggambarkan serta bertindak di dalam lingkungannya,
sebaik kegiatan fisiknya. Hal ini biasanya terjadi ketika anak berusia 2 tahun.
2)
Tahap Praoperasi
Tahap ini biasanya berlangsung dari usia 2 tahun hingga 7 tahun. Anak
yang berada di dalam tahap praoperasi ini akan melukiskan mengenai apa yang dia
lihat, dan bukannya apa yang dilihat. Tahap praoperasi ini berakhir ditandai
dengan anak mulai dapat mengkonsentrasikan angka dan kemudian volume.
3)
Tahap Operasi Konkret
Tahap operasi konkret berlangsung selama usia 7 hingga 11 tahun. Dalam
tahap ini, anak masih bergantung pada rupa benda, tetapi sudah mampu mempelajari
mengenai lingkungan, kaidah konservasi dan dapat menggunakan logika sederhana
di dalam memecahkan berbagai masalah yang muncul.
4)
Tahap Operasi Formal
Tahap ini berlangsung sejak usia 11 tahun hingga menginjak dewasa.
Pada tahap operasi formal anak-anak mulai belajar mengenai kaidah yang lebih
canggih, membuat hipotesis dan kaidah mengenai hal-hal yang bersifat abstrak.
2.
Perkembangan Intelektual menurut
Robert M. Gagne Piaget
Perkembangan intelektual anak, melalui urutan hierarki dari
masing-masing kemampuan seperti persepsi, konsep, kaidah dan prinsip. Proses
perkembangan intelektual itu terjadi pada anak yang sedang belajar.
- Perkembangan Kognitif
Dalam perkembangan kognitif terdapat 4 fase yang keempat fase tersebut
tidak murni. Maksudnya adalah 4 fase tersebut sedikit banyak masih dipengaruhi
oleh fase terdahulu dan dari fase yang akan menyusul. Empat fase terhadap
adalah :
1)
Fase sensorimotor (usia 0–2 tahun)
2)
Fase intuitif atau praoperasioal
(usia 2–7 tahun)
3)
Fase operasi konkret (usia 7–11
tahun)
4)
Fase operasi formal (usia 11–16
tahun)
- Perkembangan Bahasa
Bahasa ialah kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam
pengertian ini tercakup semua cara untuk berkomunikasi dimana pikiran dan
perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol untuk mengungkapkan suatu
pengertian. Seperti halnya bentuk-bentuk komunikasi tertulis, lisan, tanda, air
muka, gerak tangan, pantomim, dan seni. Bahasa merupakan hal yang hakiki yang
membedakan manusia dengan binatang.
Berbahasa merupakan suatu tingkah laku yang membantu membentuk dunia si
anak, yang membawanya dari dunia egosentris kepada dunia sosio-sentris. Bahasa
adalah ketrampilan yang rumit, sulit dipelajari dan tidak dapat dikuasai
sekaligus. Ada tiga bentuk prabahasa yang digunakan dalam berkomunikasi selama
usia 0–12/15 bulan, yakni : menangis, ledekan-ledekan suaran yang kemudian
berkembang menjadi meracau, dan gerakan tangan.
Anak belajar berbicara sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya,
diantaranya :
1)
Ingin memperoleh informasi tentang
lingkungannya, dirinya, dan kawan-kawannya.
2)
Memberi perintah dan menyatakan
kemauan-kemauan.
3)
Pergaulan sosial dengan orang
lain.
4)
Menyatakan pendapat dan
ide-idenya.
- Perkembangan Fisik
Pertumbuhan fisik mempengaruhi tingkah laku, dan tingkah laku
selanjutnya mempengaruhi pula pertumbuhan fisik. Ketergantungan hubungan antara
pertumbuhan fisik dan tingkah laku demikian pentingnya sehingga bagaimana anak
tumbuh dan berkembang merupakan hal yang hakiki.
Perubahan fisik anak membawa pengaruh yang besar pada sikapnya terhadap
orang lain. Keadaan fisik anak mempengaruhi reaksinya terhadap dirinya sendiri
dan orang lain. Menyadari bagaimana pandangan orang lain tentang ukuran
badannya atau rupanya secara umum berpengaruh pula terhadap konsep dirinya.
Oleh karena apa yang dapat dilakukan, dikatakan, dirasakan anak pada tahap usia
tertentu sangat tergantung pada sampai tahap mana perkembangan fisik yang telah
dicapainya, maka dapatlah dikatakan bahwa perkembangan fisik anak adalah lebih
bermakna dari umur kronologis-nya dalam penentuan tingkah lakunya.
Siklus pertumbuhan memperlihatkan adanya empat periode, dua ditandai
dengan pertumbuhan yang lambat dan dua lagi dengan pertumbuhan yang cepat.
Sejak lahir hingga usia dua tahun terjadi pertumbuhan yang cepat. Kemudian
diikuti dengan pertumbuhan yang lambat sampai masa pubertas atau kematangan
seksual, yang biasanya terjadi antara usia 8 dan 11 tahun. Sejak usia itu
hingga usia 14 atau 16 tahun, terjadi pertumbuhan yang cepat, dan ini kemudian
diikuti pula oleh periode pertumbuhan yang tiba-tiba lambat hingga masa dewasa.
Oleh karena pertumbuhan adalah proses yang banyak memerlukan energi, maka perlu
diperhatikan pemberian beban kepada anak yang disesuaikan dengan tuntutan
perkembangan.
- Perkembangan Emosi
Sebelum menjelaskan tentang perkembangan emosi, ada baiknya terlebih
dahulu mengetahui tentang jenis-jenis emosi yang umum pada masa kanak-kanak.
Jenis emosi tersebut adalah cemas, takut, cemburu, marah, kasih sayang,
kegembiraan, kesenangan, kenikmatan, dan ingin tahu.
Perkembangan emosi erat hubungannya dengan fase-fase perkembangan fisik
maupun psikis seorang anak. Perkembangan emosi dipengaruhi oleh kematangan dan
belajarnya individu itu pada tiap tahap perkembangannya. Sebenarnya dalam masa
pertumbuhan dan perkembangan hampir semua fungsi yang esensial dari seorang
individu selalu ada dan terdapat kerjasama di antara fungsi-fungsi tersebut dan
kemudian makin bertambah kompleks.
Sebagai gambaran suatu proses yang semakin kompleks yaitu mulai dari
anak itu belajar berjalan, berbicara, sampai pada berfantasi dan berfikir. Oleh
sebab itu dapat dikatakan bahwa keadaan dalam pertumbuhan dan perkem-bangan
seorang individu baik dari dalam maupun luar akan membentuk sifat khas emosi
dari individu itu.
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan
yaitu :
- Masa sekolah dibagi menjadi dua yaitu masa kelas rendah SD dan masa kelas tinggi SD. Dan berdasarkan hasil penelitian para ahli ditemukan ciri-ciri dari kedua pembagian masa ini. Masa sekolah diakhiri dengan masa peural yang mempunyai karakteristik tersesuai dan banyak menarik perhatian para pendidik.
- Perkembangan siswa SD mencakup :
1)
Perkembangan intelektual
2)
Perkembangan kognitif
3)
Perkembangan bahasa
4)
Perkembangan fisik
5)
Perkembangan emosi
Beberapa
perkembangan ini masing-masing mempunyai pengaruh yang dominan bagi pertumbuhan
siswa.
Sumadi Suryabrata, Psikologi Perkembangan, Rake Press,
Yogyakarta.
Drs. Noehi Nasution, MA., dkk., Psikologi Pendidikan, Direktorat
Jenderal PKAI dan Universitas Terbuka, 1992.
0 komentar:
Posting Komentar
Syukron