Li Akhiinaa : Ust. Maduri, S.Ag - Ibu Dewi Siti Wahyuni, S.Pd dan Ibu Nyai Siti Rofi'ah, A.Ma > yang saat ini sedang sakit semoga cepat sembuh sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.../amiinnn..................//............ (Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya,
sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada
kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh
lagi.” ( HR. Bukhori Muslim)
Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam pernah menemui Ummu As-Saa’ib, beliau bertanya : ”Kenapa engkau menggigil seperti ini wahai Ummu As-Saa’ib?” Wanita itu menjawab : “Karena demam wahai Rasulullah, sungguh tidak ada barakahnya sama sekali.”
Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Jangan engkau mengecam penyakit demam. Karena penyakit itu bisa menghapuskan dosa-dosa manusia seperti proses pembakaran menghilangkan noda pada besi”. (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Jangan engkau mengecam penyakit demam. Karena penyakit itu bisa menghapuskan dosa-dosa manusia seperti proses pembakaran menghilangkan noda pada besi”. (HR. Muslim)
Sakit adalah Ujian
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-Quran, “Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang
apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (QS. Al-Baqarah: 155-156). Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman,
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji
kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang
sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Anbiyaa`: 35)
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani
yang bercampuryang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia
mendengar dan melihat”. (QS. Al-Insaan:2)
Begitulah Allah subhanahu wa ta’ala menguji manusia, untuk
melihat siapa di antara hambaNya yang memang benar-benar berada dalam
keimanan dan kesabaran. Karena sesungguhnya iman bukanlah sekedar ikrar
yang diucapkan melalui lisan, tapi juga harus menghujam di dalam hati
dan teraplikasian dalam kehidupan oleh seluruh anggota badan. Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia akan menguji setiap orang yang mengaku beriman, “Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami
telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami
telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah
mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui
orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabuut: 2-3)
Semua ujian yang diberikan-Nya semata-mata hanya agar hamba-Nya menjadi lebih baik di hadapanNya. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, maka Dia akan menguji dan menimpakan musibah kepadanya”. (HR. Bukhari).
Jadi, sudah selayaknya bagi setiap mu`min untuk kemudian bertambah
imannya saat ujian itu datang, termasuk di dalamnya adalah ujian sakit
yang merupakan bagian dari ujian yang menimpa jiwa. Jangan sampai kita
menjadi seperti orang-orang munafiq yang tidak mau bertaubat atau mengambil pelajaran saat mereka diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala, “Dan
tidaklah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali
setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula)
mengambil pelajaran?” (QS. At-Tawbah: 126)
Sudah selayaknya pula kita merenungi segala amalan yang telah kita
lakukan, karena bisa jadi ada beberapa amalan yang memang dianggap
sebagai sebuah kemakshiyatan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.
Begitu cintanya Allah kepada kita sehingga Dia mengingatkan kita
melalui sakit ini, agar kita dapat segera bertaubat sebelum ajal
menjemput kita.
Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan : Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Sesungguhnya
pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Kalau
Allah mencintai seseorang, pasti Allah akan memberikan cobaan kepadanya.
Barangsiapa yang ridha menerima cobaanNya, maka ia akan menerima
keridhaan Allah. Dan barangsiapa yang kecewa menerimanya, niscaya ia
akan menerima kermurkaan Allah”. (HR. Tirmidzi)
Bagi saudara-saudara kita yang diuji oleh Allah, yang sedang sakit semoga Allah memberikan kesembuhan sebab Syaikh Al Faqih Muhammad ibn Shalih Al-‘Utsaymin rahimahullah
berkata: ”Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau
berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, sampaipun
duri yang mengenai dirimu, akan berlalu tanpa arti. Bahkan Allah akan
menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan
dosa-dosamu dengan sebab itu. Sebagaimana pohon menggugurkan
daun-daunnya.
0 komentar:
Posting Komentar
Syukron