| Drumband MISS Seblak Jombang |
Dalam rangka Peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW, MI Salafiyah Syafi'iyah mengadakan kegiatan Cinta Nabi dalam bentuk Silaturrahmi Bin Nash wabil Alam (Gebyar karnaval dengan mengundang para Wali murid, warga sekitar dan Madrasah-madrasah/ RA terdekat). yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Mei 2016. acara akan dihiasi dan dimeriahkan para Siswa-siswi MISS Seblak dengan berbagai kreativitas, Penampilan Drumband MISS Seblak dan Perwakilan dari berbagai pihak yang ikut serta dalam acara tersebut. semoga acara berjalan dengan tertib dan lancar...amin
Isra Miraj adalah perjalanan malam hari Rasulullah Nabi Muhammad
Saw dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Al Aqsa
(Yerusalem-Palestina/Israel), kemudian dilanjutkan menuju langit ke
Sidratul Muntaha dengan tujuan menerima wahyu Allah Swt. Ada banyak
arti, makna dan hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj. Simak sejarah
lengkapnya!
Peristiwa Isra Mi'raj secara singkat bisa diceritakan sebagai berikut.
Suatu malam, Rasulullah Nabi Muhammad Saw didatangi malaikat Jibril,
Mikail, dan Israfil. Lantas, Rasulullah dibawa ke sumur zamzam.
Di sana, malaikat Jibril membelah dada nabi Muhammad Saw dan mensucikan
hatinya menggunakan air zam-zam. Setelah itu, baginda Muhammad Saw
disiapkan kendaraan yang bisa berlari secepat kilat bernama buroq.
Diceritakan, bentuk buroq berwarna putih, lebih besar dari keledai tapi
lebih rendah dari baghal. Kendaraan buraq juga terdapat pelana dan
kendali sebagaimana kuda.
Dalam perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Al-Aqsa, Muhammad
Saw ditemani Malaikat Jibril pada bagian kanan dan Mikail menemaninya di
sebelah kiri. Mereka melaju mengarungi alam indah ciptaan Allah Swt
pada malam hari yang penuh dengan keajaiban dan hikmah.
Banyak peristiwa terjadi sepanjang perjalanan rasulullah Muhammad Saw.
Salah satu kisah yang acapkali diceritakan, antara lain Jin Ifrit yang
berusaha mengejar dan mencelakai nabi.
Ada yang bilang Jin Ifrit membawa obor. Ada pula yang bilang bangsa gaib
itu mengejar nabi dengan semburan api. Lantas Jibril mengajari nabi
untuk membaca doa.
Sontak, Jin Ifrit terjungkal jatuh dan terbakar apinya sendiri. Ada pula
peristiwa nabi melihat sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke
bagian kepala sendiri hingga hancur dan kejadian itu berulang kali.
Jibril menjelaskan bila mereka adalah manusia yang berat melaksanakan
shalat.
Rasulullah juga melihat sekelompok orang yang memilih makan daging busuk
ketimbang daging masak segar. Malaikat Jibril pun menjawab bahwa mereka
adalah orang-orang yang semasa hidup di dunia melakukan zina,
selingkuh. Padahal, mereka sudah punya suami atau istri yang sah secara
agama maupun negara.
Kisah perjalanan Isra Mi'raj sebetulnya lebih lengkap dengan banyak
peristiwa-peristiwa yang bisa dipetik hikmahnya, tetapi
Islamcendekia.com menyajikannya secara singkat agar mudah dipahami dan
dicerna.
Sesampainya di Baitul Maqdis atau Al Aqsho, beliau turun dari kendaraan
kilat bernama buraq dan mengikatnya di sisi pintu masjid. Rasul pun
masuk untuk menunaikan sholat dua rekaat.
Di sana, ternyata ada para nabi as. Shalat pun akhirnya diimami oleh
rasulullah saw atas bimbingan Jibril. Beliau lah, Kanjeng Nabi Muhammad
Saw adalah imam atau pemimpin para anbiya' dan mursalin.
Setelah itu, Rasulullah saw kehausan dan meminta minum. Malaikat Jibril
memberinya dua wadah berisi susu dan khamr (semacam bir, arak, ciu,
anggur fermentasi yang memabukkan atau miras). Namun, Muhammad Saw
memilih susu.
Jibril berkata, "Sungguh, Engkau memilih fitrah yaitu Islam. Kalau
Engkau pilih Khamar, niscaya umat Engkau akan menyimpang dan sedikit
yang mengikuti syariat."
Kisah perjalanan menuju langit
Setelah peristiwa isra selesai, yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kini Rasulullah saw harus melanjutkan perjalanan menuju langit yang disebut dengan mi'raj. Bisa dikatakan, perjalanan malam (Muhammad's night journey to sky and heaven) mirip seperti wisata ke angkasa dan semesta yang dihiasi dengan taburan bintang-bintang, bulan, planet, dan galaksi. Bedanya, perjalanan malam Muhammad Saw adalah menunaikan tugas spiritual untuk bertemu dengan Allah Swt untuk kemudian disampaikan kepada umatnya. Namun benar, perjalanan istimewa nabi menuju langit sampai lapis tujuh memang hadiah paling istimewa dari Tuhan yang Maha Esa kepada kekasih-Nya, Muhammad
Kisah perjalanan menuju langit
Setelah peristiwa isra selesai, yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kini Rasulullah saw harus melanjutkan perjalanan menuju langit yang disebut dengan mi'raj. Bisa dikatakan, perjalanan malam (Muhammad's night journey to sky and heaven) mirip seperti wisata ke angkasa dan semesta yang dihiasi dengan taburan bintang-bintang, bulan, planet, dan galaksi. Bedanya, perjalanan malam Muhammad Saw adalah menunaikan tugas spiritual untuk bertemu dengan Allah Swt untuk kemudian disampaikan kepada umatnya. Namun benar, perjalanan istimewa nabi menuju langit sampai lapis tujuh memang hadiah paling istimewa dari Tuhan yang Maha Esa kepada kekasih-Nya, Muhammad
Makna Isra Miraj dan hikmahnya
Ada banyak makna dan hikmah yang bisa dipetik dari kisah perjalanan malam (night journey) Isra Miraj. Pertama, tentu munculnya kewajiban shalat bagi setiap pemeluk agama Islam atau umat Muslim.
Meski kewajiban, sebaiknya jangan terpaksa menjalankan sholat karena ujungnya tidak ikhlas. Jalani shalat sebagai sebuah kecintaan kita kepada Allah Saw dan RasulNya yang sudah mendapatkan perintah untuk menunaikan sholat.
Hikmah selanjutnya, Nabi Muhammad Saw diberikan gambaran surga dan neraka sebagai balasan bagi setiap perbuatan manusia yang hidup di dunia. Orang yang baik, surga adalah balasannya.
Sebaliknya, orang yang jahat, berzina, membenci orang lain, suka menggunjing, memakan riba, serakah, kejam, dan perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya adalah neraka balasannya.
Bagaimana agar kita bisa selamat dari siksa neraka? Muhammad sudah membawa Islam untuk kita lengkap dengan petunjuknya, Al Quran. Ikutilah petunjuk itu dengan ilmu dan pengetahuan yang cukup sehingga kita bisa menikmati indahnya surga dan menghindari siksa neraka.
Namun, sebaiknya kita berbuat baik bukan karena surga dan negara, melainkan ikhlas dari hati yang paling dalam karena Allah. Dengan hati dan kesadaran yang ikhlas berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk itulah, Allah secara otomatis akan menyediakan surganya kepada hamba-Nya
Ada banyak makna dan hikmah yang bisa dipetik dari kisah perjalanan malam (night journey) Isra Miraj. Pertama, tentu munculnya kewajiban shalat bagi setiap pemeluk agama Islam atau umat Muslim.
Meski kewajiban, sebaiknya jangan terpaksa menjalankan sholat karena ujungnya tidak ikhlas. Jalani shalat sebagai sebuah kecintaan kita kepada Allah Saw dan RasulNya yang sudah mendapatkan perintah untuk menunaikan sholat.
Hikmah selanjutnya, Nabi Muhammad Saw diberikan gambaran surga dan neraka sebagai balasan bagi setiap perbuatan manusia yang hidup di dunia. Orang yang baik, surga adalah balasannya.
Sebaliknya, orang yang jahat, berzina, membenci orang lain, suka menggunjing, memakan riba, serakah, kejam, dan perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya adalah neraka balasannya.
Bagaimana agar kita bisa selamat dari siksa neraka? Muhammad sudah membawa Islam untuk kita lengkap dengan petunjuknya, Al Quran. Ikutilah petunjuk itu dengan ilmu dan pengetahuan yang cukup sehingga kita bisa menikmati indahnya surga dan menghindari siksa neraka.
Namun, sebaiknya kita berbuat baik bukan karena surga dan negara, melainkan ikhlas dari hati yang paling dalam karena Allah. Dengan hati dan kesadaran yang ikhlas berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk itulah, Allah secara otomatis akan menyediakan surganya kepada hamba-Nya
Sumber :
http://www.islamcendekia.com/2016/05/kisah-isra-miraj-nabi-muhammad-saw-lengkap-dan-hikmahnya.html
0 komentar:
Posting Komentar
Syukron