PELAJARAN SHOROF MISS SEBLAK - SANAD KEILMUAN - PENGARANG KITAB AMTSILAH (SHOROF) PENDIRI PPP. SEBLAK KH. MAKSUM ALI

Mu'allif Shohibul Fadhil KH Maksum Ali Pendiri PPP. Seblak
Lalaran Tasyrif (Shorof) kelas VA (2020)

Tasrif menurut istilah Ulama Shorof adalah Perubahan atau perpindahan kalimat dari bentuk satu atau asal satu (masdar/fiil Madhi) ke bentuk yang lain yang berbeda-beda karena menghendaki makna yang dituju (kitab Mathlub Hal.8)
Bangga dan Alhamdulillah, tidak berlebihan kiranya Kami Guru santri / Murid MISS seblak bisa muthola'ah Muhafadho dan Murojaah  kitab Amtsilatut Tasrifiyah (Ilmu Shorof) walaupun tingkat  pengenalan. 
Tidaklah  sama belajar Ilmu Shorof di MISS Seblak dengan Madrasah yang lainnya, tentu hal ini berkaitan dengan pengarang Kitab Amtsilah (Shorof) itu sendiri yaitu  Almaghfurlah Shohibul Fadhilah KH. Maksum Ali adalah Pendiri PPP. Seblak bersama dengan Ibu Nyai Khoiriyah Hasyim (Putri Pertama Mbah Hasyim) 

Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah sangatlah masyhur dikalangan para santri, dikalangan pondok pesantren dan madrasah diniyah para santri biasa menyebut kitab ini dengan nama “Tasripan”. Namun jarang diantara mereka yang mengetahui riwayat hidup penulisnya, yaitu KH. Ma’shum bin Ali. Kesederhanaan beliau membuat banyak orang tidak mengenal kiyai alim yang satu ini.

Biografi
Nama lengkap beliau adalah Muhammad Ma’shum bin Ali bin Abdul Muhyi Al-Maskumambani. Lahir di Maskumambang Gersik, tepatnya disebuah pondok yang didirikan sang kakek.
 Setelah belajar pada ayahnya, Ma’shum muda pergi menuntut ilmu di Pesantren Tebuireng Jombang. Ia termasuk salah satu santri Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari generasi awal. Dimana–saat itu–selain dituntut untuk belajar, para santri juga harus ikut berjuang melawan penjajah yang selalu mengganggu aktifitas mereka. Kedatangannya ke Tebuireng disusul oleh adik kandungnya, Adlan Ali –kelak atas inisiatif Hadratus Syekh, Kiai Adlan mendirikan pondok putri Wali Songo di pusat desa Cukir.
Bertahun-tahun lamanya beliau khidmah/mengabdi di Tebuireng. Kepintarannya dalam segala ilmu, terutama bidang hisab, falak, sharaf dan gramatika arab, membuat Hadratus Syekh kagum. Sehingga Kiai Ma’shum dinikahkah oleh Nyai. Khairiyah yang tak lain adalah putri Hadratus Syekh sendiri.

Mendirikan Pondok di Seblak
Seblak adalah sebuah nama dusun di Desa Kwaron –sekitar 300 m sebelah barat Tebuireng. Penduduk Seblak kala itu masih banyak yang melakukan kemungkaran. Seperti halnya warga Tebuireng sebelum kedatangan Hadratus Syekh. Melihat kondisi demikian, Kiai Ma’shum terasa terpanggil. Hatinya terketuk untuk menyadarkan masyarakat setempat dan mengenalkan Islam secara perlahan.
Jerih payahnya diridhai Allah SWT. Pada tahun 1913, ketika usianya baru 26 tahun, beliau mendirikan pondok dan masjid di desa Seblak. Awalnya hanya sebuah rumah sederhana yang terbuat dari bambu. Seiring berjalannya waktu, pondok tersebut telah berkembang pesat.
Meski sudah berhasil mendirikan pondok, beliau tetap istiqamah mengajar di madrasah Salafiyah Syafiiyah Tebuireng membantu Hadratus Syekh mendidik santri. Pada tahun selanjutnya beliau diangkat menjadi Mufattis (Guru Pengawas) di Madrasah tersebut.
Insya Allah Sanad Kelimuannya Shohih (Muttasil)
Bagi yang belajar Shorof di MISS Seblak
Semoga bermanfaat ilmunya ......
اللهم ينفعنا على علومنا ... امين
 

0 komentar:

Posting Komentar

Syukron

DAFTAR ONLINE

Lokasi MISS